Senin, 23 Mei 2011

fungsi MySQL

Sewaktu megang php pertama kalinya secara manual [coding] walapun padahal ilmu ini sebenarnya udah lama bener, Wempi sudah menghasilkan produk loh. Yaitu website recruitment online di http://www.recruitment-wip.com.
Orang [kabar burung] bilang PHP sangat cocok digandengkan dengan database MySQL.
Untuk mengawinkan mereka berdua PHP memiliki fungsi yang berguna untuk berinteraksi dengan MySQL, berikut ini wempi paparkan sedikit [paling tidak] fungsi-fungsi PHP yang wajib diketahui oleh programmer PHP.
  1. Koneksi dan Menutup Koneksi ke Server MySQL
    • mysql_connect
      • Membuka koneksi ke database MySQL
    • mysql_pconnect
      • Membuka koneksi ke database MySQL secara persisten
    • mysql_select_db
      • Memilih database yang akan digunakan setelah koneksi terbuka
    • mysql_close
      • Memutus koneksi database
    • mysql_change_user
      • Mengganti nama pemakai dan password pada koneksi yang sedang aktif
  2. Membuat dan Menghapus Database
    • mysql_create_db
      • Membuat sebuah database
    • mysql_drop_db
      • Menghapus sebuah database
  3. Melakukan Query
    • mysql_db_query
      • mengeksekusi perintah SQL untuk melakukan query pada server yang disebutkan
    • mysql_query
      • Mengeksekusi perintah SQL untuk melakukan query pada database yang telah dipilih
  4. Memanipulasi Hasil Query
    • mysql_fetch_array
      • Mengambil sebuah baris dari hasil query sebagai sebuah array assosiatif
    • mysql_result
      • Memberikan data hasil query
    • mysql_fetch_row
      • Menghasilkan informasi jumlah record yang diproses
    • mysql_affected_rows
      • Menghasilkan baris atau record dalam array enumerated
    • mysql_num_rows
      • Memberikan informasi jumlah record/baris
    • mysql_fetch_field
      • Menghasilkan objek informasi kolom
    • mysql_fetch_lengths
      • Menghasilkan panjang setiap output dari hasil query
    • mysql_fetch_object
      • Menghasilkan sebuah baris/row sebagai objek
    • mysql_field_name
      • Mengambil nama field
    • mysql_field_len
      • Menghasilkan panjang field
    • mysql_field_seek
      • Memposisikan pointer pada suatu field yang disebutkan
    • mysql_field_type
      • Menghasilkan type field
    • mysql_field_flags
      • Menghasilkan flag berasosiasi dengan field yang dispesifikasikan
    • mysql_insert_id
      • Menghasilkan id dari operasi insert sebelumnya
    • mysql_data_seek
      • Menggerakkan pointer hasil internal
    • mysql_free_result
      • Membersihkan/menghapus memory hasil
  5. Memanipulasi Kesalahan
    • mysql_errno
      • Menghasilkan kode/nilai error suatu perintah
    • mysql_error
      • Menghasilkan teks error
Untuk lebih rincinya nanti kita buat tulisan terpisah dengan kategori PHP, kalo yang ini kan kategorinya MySQL.


Berikutnya >
Fungsi logika merupkan fungsi untuk melakukan evaluasi suatu ekspresi. Dengan ekspresi ini akan menghasilkan suatu nilai yang akan ditampilkan pada hasil query.
Berikut ini fungsi logika dalam MySql dimaksud:
  • IF(ekspresi1, ekspresi2, ekspresi3)
  • IFNULL(ekspresi1, ekspresi2)
  • ISNULL(ekspresi)
------------------------------------------
IF(ekspresi1, ekspresi2, ekspresi3)
Fungsi IF() akan mengevaluasi ekspresi1, jika benar maka ekspresi2 menjadi hasil, jika salah maka ekspresi3 menjadi hasil.
Contoh: Select IF(1, 'Benar', 'Salah');
------------------------------------------
IFNULL(ekspresi1, ekspresi2)
Fungsi IFNULL() akan mengevaluasi ekspresi1, jika ekspresi 1 bersisi NULL maka ekspresi2 menjadi hasil, jika bukan NULL maka ekspresi1 itu sendiri menjadi hasil.
Contoh: Select IFNULL(Nama, 'Wempi') from karyawan where perusahaan='nokspi';
------------------------------------------
ISNULL(ekspresi)
Fungsi ISNULL() akan menghasilkan nilai 1 jika ekspresi benar bernilai NULL. Nilai 0 jika ekspresi salah.
Contoh: Select ISNULL(Nama) from karyawan where perusahaan='nokspi';
------------------------------------------
Tulisan ini sekaligus tulisan penutup seri tulisan Fungsi-Fungsi MySQL. Dan baca juga tulisan sebelumnya dengan judul Fungsi MySQL [Date - Time].


Format tanggal dan jam dalam MySQL adalah tahun, bulan, tanggal, jam, menit dan detik. yyyy-mm-dd hh:mm:ss.
yyyy adalah tahun/year dalam format angka 4 digit.
mm adalah bulan/month dalam format angka 2 digit.
dd adalah tanggal/date dalam format angka 2 digit.
hh adalah jam/hour dalam format angka 2 digit.
mm adalah menit/minute dalam format angka 2 digit.
ss adalah detik/second dalam format angka 2 digit
Berikut ini adalah daftar fungsi untuk tanggal dan waktu yang disediakan oleh MySql:
ADDDATE(date, INTERVAL ekspresi_interval)
CURDATE() dan CURRENT_DATE()
CURTIME() dan CURRENT_TIME()
CURRENT_TIMESTAMP()
DATE_ADD(date, INTERVAL ekspresi_interval)
DATE_FORMAT(date, simbolformat)
DATE_SUB(date, INTERVAL ekspresi_interval)
DAYNAME(date)
DAYOFMONTH(date)
DAYOFWEEK(date)
DAYOFYEAR(date)
EXTRACT(value FROM date)
FROM_DAYS(days)
FROM_UNIXTIME(unixtime[, simbolformat])
HOUR(time)
MINUTE(time)
MONTH(date)
MONTHNAME(date)
NOW()
PERIOD_ADD(x, y)
PERIOD_DIFF(x, y) QUARTER(date)
SECOND(time)
SEC_TO_TIME(second)
SUBDATE()
SYSDATE()
TIME_FORMAT(time, simbolformat)
TIME_TO_SEC(time)
TO_DAYS(date)
UNIX_TIMESTAMP([date])
WEEK(date[, start])
WEEKDAY(date)
YEAR(date)

------------------------------------------
ADDDATE(date, INTERVAL ekspresi_interval)
Digunakan untuk mendapatkan tanggal baru dengan cara menambahkan tanggal dengan data interval. x adalah tanggal awal, ekspresi_interval adalah data interval yang digunakan untuk mendapatkan tanggal baru.
Ekspresi Interval terdiri dari nilai dan tipe. Berikut ini tipe interval yang bisa disertakan:
SECOND
MINUTE
HOUR
DAY
MONTH
YEAR
MINUTE_SECOND
HOUR_MINUTE
DAY_HOUR
YEAR_MONTH
HOUR_SECOND
DAY_MINUTE
DAY_SECOND
Jumlah detik
Jumlah menit
Jumlah jam
Jumlah hari
Jumlah bulan
Jumlah tahun
menit:detik
jam:menit
jumlahhari:jumlahjam
tahun-bulan
jam:menit:detik
jumlahhari jam:menit
jumlahhari jam:menit:detik
Contoh: select ADDDATE("2010-04-14", INTERVAL 15 day);
Hasil: 2010-04-29
------------------------------------------
CURDATE() dan CURRENT_DATE()
Menghasilkan tanggal sekarang dari sistem komputer.
Contoh: Select CURDATE();
Hasil: 2010-04-26
------------------------------------------
CURTIME() dan CURRENT_TIME()
Menghasilkan waktu jam saat ini dari sistem komputer.
Contoh: Select CURTIME();
Hasil: 12:11:18
------------------------------------------
CURRENT_TIMESTAMP()
Menghasilkan waktu saat ini tanggal beserta jam dari sistem komputer.
Contoh: Select CURRENT_TIMESTAMP();
Hasil: 2010-04-26 12:12:38
------------------------------------------
DATE_ADD(date, INTERVAL ekspresi_interval)
Sama seperti ADDDATE(date, INTERVAL ekspresi_interval)
------------------------------------------
DATE_FORMAT(date, simbolformat)
Fungsi ini dapat mengkonversikan tanggal sesuai simbol format yang kita inginkan. x adalah tanggal yang akan dikonversikan.
Berikut ini adalah simbol format yang dapat digunakan:
%M
%m
%b
%W
%D
%Y
%y
%j
%a
%d
%r
%T
%H
%h
%S
Nama bulan secara penuh
Nomor bulan
Nama bulan disingkat
Nama hari secara lengkap
Nomor hari dalam bulan
Tahun dalam format 4 digit
Tahun dengan format 2 digit
Nomor hari dalam 1 tahun
Nama hari disingkat
Nomor hari dalam satu bilan
Jam dalam format 12 jam
Jam dalam format 24 jam
jam dalam format 24 jam :00-23
jam dalam format 12 jam :00-12
Detik
Contoh: select DATE_FORMAT('2010-04-15', '%M %D %Y');
Hasil: April 15th 2010
------------------------------------------
DATE_SUB(date, INTERVAL ekspresi_interval)
Membuat data tanggal baru dengan mengurangi, sama hasilnya jika kita menggunakan fungsi ADDDATE(date, INTERVAL ekspresi_interval) dengan nilai interval minus. x adalah tanggal dan ekspresi interval bisa dilihat pada fungsi ADDDATE(date, INTERVAL ekspresi_interval).
Contoh: Select DATE_SUB("2010-04-14", INTERVAL 15 day);
Hasil: 2010-03-30
------------------------------------------
DAYNAME(date)
Digunakan untuk menampilkan nama hari dari tanggal yang menjadi argumen pada fungsi.
Contoh: Select DAYNAME('2010-04-14');
Hasil: Wednesday
------------------------------------------
DAYOFMONTH(date)
Digunakan untuk menampilkan nomor hari dari tanggal yang menjadi argumen pada fungsi.
Contoh: Select DAYOFMONTH('2010-04-14');
Hasil: 14
------------------------------------------
DAYOFWEEK(date)
Digunakan untuk menampilkan nomor hari dalam satu minggu dari tanggal yang menjadi argumen pada fungsi.
Contoh: Select DAYOFWEEK('2010-04-14');
Hasil: 4
------------------------------------------
DAYOFYEAR(date)
Digunakan untuk menampilkan nomor hari dalam satu tahun dari tanggal yang menjadi argumen pada fungsi.
Contoh: Select DAYOFYEAR('2010-04-14');
Hasil: 104
------------------------------------------
EXTRACT(value FROM date)
Digunakan untuk mendapatkan informasi tentang nilai dari tanggal berdasarkan tipe interval. Value diisi dengan tipe interval.
Contoh: Select EXTRACT(DAY FROM '2010-04-14');
Hasil: 14
------------------------------------------
FROM_DAYS(days)
Digunakan untuk mendapatkan tanggal dari suatu bilangan. Merupakan kebalikan dari fungsi TO_DAYS(date).
Contoh: Select FROM_DAYS(78936);
Hasil: 0216-02-14
------------------------------------------
FROM_UNIXTIME(unixtime[, simbolformat])
Digunakan untuk mendapatkan tanggal berdasarkan waktu UNIX. Simbol format digunakan untuk menampilkan format tampilan tanggal yang diinginkan.
Contoh: Select FROM_UNIXTIME(78936, '%M %D %Y');
Hasil: January 2nd 1970
------------------------------------------
HOUR(time)
Menghasilkan bagian jam dari waktu yang menjadi argumen.
Contoh: Select HOUR('13:05:20');
Hasil: 13
------------------------------------------
MINUTE(time)
Menghasilkan bagian menit dari waktu yang menjadi argumen.
Contoh: Select MINUTE('13:05:20');
Hasil: 5
------------------------------------------
MONTH(date)
Menghasilkan bagian bulan dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select MONTH('2010-04-14');
Hasil: 4
------------------------------------------
MONTHNAME(date)
Menghasilkan bagian nama bulan dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select MONTHNAME('2010-04-14');
Hasil: April
------------------------------------------
NOW()
Menghasilkan waktu sekarang, disajikan dalam format lengkap.
Contoh: Select NOW();
Hasil: 2010-04-26 13:10:16
------------------------------------------
PERIOD_ADD(x, y)
Menghasilkan penjumlahan bulan x dengan bulan y. x ditulis dalam format yyyymm.
Contoh: Select PERIOD_ADD(201004, 2);
Hasil: 201006
------------------------------------------
PERIOD_DIFF(x, y)
Menghasilkan selisih bulan x dengan bulan y. x dan y ditulis dalam format yyyymm atau ccyymm.
Contoh: Select PERIOD_DIFF(201004, 200909);
Hasil: 7
------------------------------------------
QUARTER(date)
Menghasilkan nilai kuartal dalam satu tahun dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select QUARTER('2010-04-14');
Hasil: 2
------------------------------------------
SECOND(time)
Menghasilkan bagian detik dari waktu yang menjadi argumen.
Contoh: Select SECOND('13:05:20');
Hasil: 20
------------------------------------------
SEC_TO_TIME(second)
Menghasilkan waktu dengan format "hh:mm:ss" dari suatu angka yang merupakan jumlah detik. Fungsi ini kebalikan dari fungsi  TIME_TO_SEC(time).
Contoh: Select SEC_TO_TIME(123456);
Hasil: 34:17:36
------------------------------------------
SUBDATE()
Sama seperti DATE_SUB() untuk melakukan manipulasi tanggal
------------------------------------------
SYSDATE()
Menghasilkan waktu saat ini. Sama dengan fungsi CURTIME(), NOW(), CURRENT_TIMESTAMP().
------------------------------------------
TIME_FORMAT(time, simbolformat)
Menghasilkan tampilan waktu sesuai dengan format yang diinginkan. simbolformat lihat pada pembahasan pada fungsi DATE_FORMAT(date, simbolformat).
Contoh: Select TIME_FORMAT('2010-04-15 13:24:15', '%i:%s');
Hasil: 24:15
------------------------------------------
TIME_TO_SEC(time)
Menghasilkan jumlah detik dari waktu yang menjadi argumen.
Contoh: Select TIME_TO_SEC('13:24:15');
Hasil: 48255
------------------------------------------
TO_DAYS(date)
Menghasilkan jumlah hari dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select TO_DAYS('2010-04-15');
Hasil: 734242
------------------------------------------
UNIX_TIMESTAMP([date])
Menghasilkan tanggal dalam format timestamp UNIX.
Contoh: Select UNIX_TIMESTAMP('2010-04-15');
Hasil: 1271264400
------------------------------------------
WEEK(date [, start])
Mendapatkan informasi nomor minggu dalam satu tahun. Start adalah bersifat opsional, jika diisi 1 maka awal minggu dimulai dari hari Senin.
Contoh: Select WEEK('2010-04-15');
Hasil: 15
------------------------------------------
WEEKDAY(date)
Mendapatkan informasi nomor hari dalam satu minggu dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select WEEKDAY('2010-04-15');
Hasil: 3
------------------------------------------
WEEKDAY(date)
Mendapatkan informasi nomor hari dalam satu minggu dari tanggal yang menjadi argumen.
Berikut ini nomor dan nama hari dimaksud:
0
1
2
3
4
5
6
Monday
Tuesday
Wednesday
Thursday
Friday
Saturday
Sunday
Contoh: Select WEEKDAY('2010-04-15');
Hasil: 3
------------------------------------------
YEAR(date)
Mendapatkan informasi tahun dari tanggal yang menjadi argumen.
Contoh: Select YEAR('2010-04-15');
Hasil: 2010
------------------------------------------
Selanjutnya kita akan membahas tentang Fungsi MySQL [Logika]. Dan baca juga tulisan sebelumnya dengan judul Fungsi MySQL [String].



http://wempi.nokspi.com/bimbingan/88-mysql/440-fungsi-mysql-date-time.html


,,,ayu,,,

database

Database Manajemen System(DBMS) adalah satu set program dan tabel yang saling terhubung dengan tabel lainnya. Tabel-tabel yang saling terhubung tersebut adalah Database yang digunakan untuk menyimpan data. Database menyimpan sekumpulan data yang dipakai dalam suatu organisasi. Prinsip dasarnya  semua DBMS termasuk Ms.Acces yang tidak tergolong database server mengaplikasikan SQL (Structure Query Langguige).  Jadi pada prinsipnya DBMS adalah sama, perbedaan terletak pada stability dan skalability.  Data pada suatu DBMS dapat dipindahkan ke DBMS yang lain dengan mudah melalui fasilitas export/import yang tersedia. Dengan demikian anda bebas memilih database yang akan anda gunakan dan suatu ketika anda dengan mudah migrasi ke database yang lain. Kecenderungan penggunaaan database pada pemrograman berbasis internet adalah MySQL sedangkan untuk aplikasi berbasis destop cenderung menggunanakan Oracle
Tabel terdiri dari kolom dan baris. Perpotongan antara kolomdan baris disebut cell yang disebut field sedangkan baris yang terdiri dari sejumlah field disebut record. Field berisi data yang sejenis dan untuk menunjukan jenis data yang disimpan di dalamnya field diberi atribut seperti nama, alamat dst.
Untuk memasukan data, memperbaiki, menghapus, memilih serta menyortir dilakukan dengan satu paket aplikasi sehingga pengolahan data dapat dilakukan secara efisien. Entity
  • Atribut
  • Data
  • Record
  • File
  • Database
  • DBMS.
  • Atribut



>>ayu<<

Home > Pascal, Programming Algorithms > Tipe Data Tipe Data

Dalam algoritma, kita harus bias menentukan tipe-tipe data yang sesuai digunakan dalam penyelesaian masalah. Sehingga computer dapat mengolah dan mendapatkan hasil yang sesuai menurut kebutuhan data.
Ada beberapa tipe data yang harus kita ketahui antara lain :
1. Tipe data Char dan String
Ini merupakan tipe data dasar, tipe data ini didefinisikan pada deklarsi var dibagian algoritma/program.
Example :
Var Nama : String
  Nilai : Char
Keterangan :
  • Nama merupakan sebuah variabel didefinisikan sebagai variabel bertipe string, maksudnya pada variabel tersebut digunakan untuk menerima masukan sebuah nama yang terdiri dari sekumpulan huruf, dapat berupa huruf besar, kecil, atau campuran kedua-duanya.
  • Nilai, didefinisikan sebagai variabel yang bertipe data char, maksudnya variabel tersebut hanya dapat digunakan untuk memasukkan sebuah huruf dari huruf besar, seperti A, B, C,.. atau huruf kecil, a, b, c, ….
2. Tipe data Boolean
Tipe data ini digunakan untuk pengambilan keputusan dalam operasi logika. Terdiri dari true disimbolkan ‘T’ dan False yang disimbolkan ‘F’. Ketika kita ingin mendapatklan hasil yang valid/pasti, kita menggunakan tipe data boolean untuk memperoleh keputusan dalam suatu penyelesaian yang pasti.

3. Tipe Data Integer

Merupakan tipe data bilangan bulat.
Tipe Data Rentang nilai Memori
Byte 0…255 1 byte
Word 0…65.555 1 byte
Integer -32.768 s.d 32.767 2 byte
Long Integer -2.147.483.648 4 byte
4. Tipe Data Real
Merupakan tipe data bilangan pecahan seperti real, single, double, comp, extend.
5. Tipe Data Subrange
Merupakan tipe data bilangan yang punya jangkauan nilai tertentu sesuai dengan definisi pada pemrogram.
Example:
Type Variabel=Nilai_awal…Nilai_akhir
6. Tipe Data Enumerasi
Merupakan tipe data yang memiliki elemen-elemen tertentu yang disebut satu/satu dari bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Pada tipe data ini elemen masukan diwakili oleh suatu nama variable yang ditlis di dalam kurung.
Example :
Indeks_Hari = (Nol, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu)
7. Tipe Data Array (Larik)
Tipe data ini sudah terstruktur dengan baik, walaupun masih sederhana. Tipe data ini menampung sejumlah data dengan tipe data sama (homogen) dalam sebuah variabel.
Berdimensi satu
Var
Nama_Variabel_Array[1...N]of tipe_data
1 Nomor Indeks
  • Berdimensi dua
Var
Nama_Variabel_Array=Array[1...N,1...M]of tipe_data
2 buah Nomor Indeks
8. Tipe Data Record
Tipe data komposit yang sudah terstruktur denagn baik. Tipe data ini digunakan untuk menampung data suatu obyek. Datanya berupa campuran dari tipe data seperti string, numerik, char, boolean, atau tipe data lainnya. Tipe data ini merupakan struktur dasar dari suatu sistem database.
9. Tipe Data Array Record
Tipe data array yang dibangun dari tipe data record.
10. Tipe Data Citra
Berisi grafik/gambar yang banyak digunakan pada aplikasi video.
Example :
Grafik perkembangan jumlah penduduk.
Perbedaan variabel dengan konstanta
Variabel adalah peubah, suatu nama lokasi yang diinginkan untuk menampung tipe data tertentu yang akan diolah komputer. Sedangkan konstanta adalah suatu harga yang diberikan pada sebuah variabel dengan harga/nilai tidak berubah/selalu tetap.
Bookmark and Share
Related Posts
  1. Tipe Data dan Operator
  2. Tipe Data, Variabel
  3. Dasar-dasar Mempelajari Struktur Data
  4. Dani Array
  5. Pandapotan Struktur Data
  6. Program untuk Mengurutkan Data dengan Metode RADIX SORT
  7. Intan Struktur Data
  8. ARRAY PADA PASCAL
  9. STATEMENT-STATEMENT PADA PEMOGRAMAN PASCAL
  10. String

http://www.nusinau.com/tipe-data/


>>ayu<<

Minggu, 22 Mei 2011

Visual Basic

ngepost lagi deh.. hehehe.. bagi yang punya info-info seputar Rekayasa Perangkat Lunak, ayo sharing.. :D
kirim ke e-mail ku di : rhanajoonrunrun@rocketmail.com
nanti aku post di sini, dan aku cantumkan sumbernya.. :D

ini artikel tentang Visual Basic yang aku copas dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Visual_Basic
semoga bermanfaat.. :)

Visual Basic

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.[1]
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas.[1] Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.[1]

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis perangkat lunak dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an.[2] Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer.
Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer,[2] seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC, IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain.
Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).[2] Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari). Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows. Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.[2]
Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2010. Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak memori.[2]
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.[3] Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil porting dari kode VB.[3] Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).[3]

[sunting] Perkembangan Visual Basic

Visual Basic 1.0 dikenalkan pada tahun 1991. Konsep pemrograman dengan metode drag-and-drop untuk membuat tampilan aplikasi Visual Basic ini diadaptasi dari prototype generator form yang dikembangkan oleh Alan Cooper dan perusahaannya, dengan nama Tripod. Microsoft kemudian mengontrak Cooper dan perusahaannya untuk mengembangkan Tripod menjadi sistem form yang dapat diprogram untuk Windows 3.0, di bawah kode nama Ruby.
Tripod tidak memiliki bahasa pemrograman sama sekali. Ini menyebabkan Microsoft memutuskan untuk mengkombinasikan Ruby dengan bahasa pemrograman Basic untuk membuat Visual Basic.

[sunting] Dari waktu ke waktu

  • Proyek Thunder dimulai.
  • Visual Basic 1.0 dirilis untuk Windows pada Comdex/Windows Trade Show di Atlanta, Georgia pada Mei 1991.
  • Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada September 1992. Bahasa pemrogramannya sendiri tidak terlalu kompatibel dengan Visual Basic untuk Windows, karena sesungguhnya itu adalah versi selanjutnya dari kompiler BASIC berbasis DOS yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, yaitu QuickBASIC. Antarmuka dari program ini sendiri menggunakan antarmuka teks, dan memanfaatkan kode-kode ASCII tambahan untuk mensimulasikan tampilan GUI.
  • Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992. Lingkungan pemrogramannya lebih mudah untuk digunakan, dan kecepatannya lebih ditingkatkan.
  • Visual Basic 3.0 dirilis pada musim semi 1993 dan hadir dalam dua versi: Standar dan Professional. VB3 juga menyertakan versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yang dapat membaca dan menulis database Jet/Access 1.x.
  • Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) adalah versi pertama yang dapat membuat program 32-bit seperti program 16-bit. VB4 juga memperkenalkan kemampuannya dalam membuat aplikasi non-GUI. Bila versi sebelumnya menggunakan kontrol VBX, sejak VB4 dirilis Visual Basic menggunakan kontrol OLE (dengan ekstensi file *.OCX), yang lebih dikenal kemudian dengan kontrol ActiveX.
  • Dengan versi 5.0 (Februari 1997), Microsoft merilis Visual Basic eksklusif untuk versi 32-bit dari Windows. Para programmer yang lebih memilih membuat kode 16-bit dapat meng-impor program yang ditulis dengan VB4 ke versi VB5, dan program-program VB5 dapat dikonversi dengan mudah ke dalam format VB4.
  • Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) telah diimprovisasi di beberapa bagian, termasuk kemampuan barunya, yaitu membuat aplikasi web. Meskipun kini VB6 sudah tidak didukung lagi, tetapi file runtime-nya masih didukung hingga Windows 7.

[sunting] Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung Pemrograman berorientasi objek , namun tidak sepenuhnya, Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module, Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif.[4]

[sunting] Desain Visual dan Komponen

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat oleh pihak lain.[5] Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri yang dikenal sebagai DLL hell,Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah cara penggunaan komponen (menjadi independen terhadap registry).[5]

sumber :

post here by : Rhana Eunhae on rhanaeunhae.blogspot.com

Rabu, 11 Mei 2011

PHP & MySQL: Tutorial Dasar

hallo,, saya balik lagi.. :D
postingan ini saya copas dari :
http://www.rumahweb.com/journal/php-mysql-tutorial-dasar.htm
semoga berguna.. :)

Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba melakukan operasi – operasi dasar pada PHP MySQL.
1. Membuat koneksi
<?php
$hostmysql = “localhost”;
$username = “mysqlusername”;
$password = “mysqlpassword”;
$database = “namadatabase”;
$conn = mysql_connect(“$hostmysql”,”$username”,”$password”);
if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
mysql_select_db($database,$conn) or die (“Database tidak ditemukan”); >
Penjelasan Script:
a. mysql_connect
digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
mysql_connect(“localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db
untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan
Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.
2. Membuat tabel pada MySQL
<?php
include (“konfig.php”);
mysql_query(“CREATE TABLE user (
namadpnVARCHAR(20),
namablkg VARCHAR(20),
negara VARCHAR(20))”); ?>
Penjelasan script:
1. include (“konfig.php”);
perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
2. mysql_query
format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.
3. Memasukkan data pada tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara)
VALUES (‘Saya’,'Sendiri’,'Indonesia’)”;
mysql_query($insert) or die (“tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>
4 . Menampilkan data dari tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Jumlah data: $numrows <br>”;
echo “Nama Depan: $row[namadpn] <br>”;
echo “Nama Belakang: $row[namablkg] <br>”;
echo “Negara: $row[negara]“;
} ?>
Penjelasan script:
1. mysql_num_rows
digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
2. while ( ) {
}
digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
3. mysql_fetch_array
menampilkan data dari tabel dalam bentuk array
Untuk penggunaan lainnya (hapus, update, dsb) yang berubah hanya string query-nya saja.


sumber : http://www.rumahweb.com/journal/php-mysql-tutorial-dasar.htm
post here by : Rhana Eunhae on rhanaeunhae.blogspot.com

Senin, 02 Mei 2011

ini postingan kedua saya,, saya ambil dari : 
semoga bermanfaat..
MS Config
Msconfig adalah utilitas untuk memecahkan masalah Windows proses startup. Program ini dibundel bersama sistem operasiMicrosoft Windows, dimulai dari Windows 98 kecuali Windows 2000. Pengguna Windows 95 dan Windows 2000 dapat men-download utilitas ini, meskipun tidak dirancang untuk Sistem Operasi ini. Msconfig dapat memodifikasi program yang dijalankan pada startup, menyunting file konfigurasi , dan menyederhanakan kontrol atas Layanan Windows. Msconfig ini tidak diletakan di Start Menu atau Control Panel, tetapi dapat diakses dengan menggunakan dialog Run untuk menjalankan 'msconfig' pada setiap sistem di mana pengguna memiliki akses [[Superuser | administrator] ].
File yang dapat diedit melalui Msconfig mencakup autoexec.bat, CONFIG.SYS, WIN.INI, SYSTEM.INI pada sistem Windows 9x, dan WIN.INI, SYSTEM.INI dan BOOT.INI pada Windows NT yaitu sistem sebelum Windows Vista. Manfaat utama menggunakan Msconfig untuk mengedit file-file ini adalah bahwa ia menyediakan GUI yang disederhanakan untuk memanipulasi bagian dari file-file danWindows registry yang berkaitan dengan urutan boot Windows. Dengan menggunakan msconfig, Windows juga dapat dikonfigurasi untuk melakukan diagnostik startup.

[sunting]Fitur

Beberapa dari fungsinya bervariasi tergantung versi Windows:
  • Pada Windows 98 dan Windows Me, MSConfig dapat mengkonfigurasi pengaturan pemecahan masalah lanjut yang berkaitan dengan sistem operasi ini.
  • Pada Windows 98, MSConfig dapat membuat cadangan/backup dan memulihkan/recovery file startup.
  • Pada Windows Me, MSConfig juga telah diperbarui dengan tiga tab baru yang disebut "Static VxDs", "Lingkungan" dan "International". VxDs Statis tab yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan statis virtual device driveryang akan diambil pada saat startup, pada tab''Lingkungan memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan lingkungan variabel s, dan ' "Internationaltab memungkinkan pengguna untuk mengatur bahasa internasional pengaturan layout keyboard yang sebelumnya diatur melalui real-mode MS-DOS file konfigurasi. Sebuah "Pembersihan" tombol pada "Startup" tab memungkinkan membersihkan sah atau menghapus entri startup.
  • Dalam Windows Me dan Windows XP versi, ini dapat mengembalikan file individu dari instalasi Windows asli ditetapkan.
  • Pada Windows NT berbasis sistem operasi sebelum Windows Vista, dapat mengeset bermacam BOOT.INI switch.
  • Pada Windows XP dan Windows Vista, dapat menyembunyikan semua layanan sistem operasi untuk troubleshooting.
  • Dalam Windows Vista dan kemudian, alat memperoleh dukungan tambahan untuk meluncurkan berbagai perangkat, seperti informasi sistem, konfigurasi lain daerah, seperti Internet options, dan kemampuan untuk mengaktifkan / menonaktifkan UAC.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/MSConfig


Post here by : Rhana Eunhae on  http://rhanaeunhae.blogspot.com/

Pengenalan Pascal (part 1)

halloo.. 
karena saya masih pelajar dan butuh ilmu-ilmu baru, makanya saya copas postingan ini.. saya ambil dari : http://www.wahyukurniawan.info/?p=356
mungkin berguna bagi para pelajar seperti saya.. selamat mempelajari.. :)
Pengenalan Pascal (part 1)
Variabel dan Konstanta
Variabel dapat disebut juga sebagai perubah nilai, yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk menyimpan nilai, dimana nilai yang disimpan ini dapat selalu berubah-ubah.
Contoh:
Simbol x adalah sebuah variabel, misalnya variabel x diinisialisasi atau diisi dengan nilai awal bilangan 10. Maka x disebut variabel apabila di dalam proses, nilai yang tersimpan di dalam x, dalam hal ini 10, dapat berubah menjadi nilai yang lain.
Variabel merupakan komponen dasar pemrograman. Semua bahasa pemrograman pasti akan menggunakan variabel dalam melakukan operasinya. Di dalam sebuah program, jumlah variabel yang dapat dibuat dibatasi oleh bahasa pemrograman yang bersangkutan
Konstanta mempunyai pengertian yang hampir sama dengan variabel, yaitu dapat digunakan untuk menampung nilai, tetapi nilai yang disimpan ini harus selalu tetap.
Contoh:
Bilangan phi atau yang disebut juga konstanta phi, mempunyai nilai yang sudah ditetapkan oleh pakar matematika sedunia, yang besarnya selalu tetap = 3.14
Di dalam ilmu kimia, kita mengenal bilangan Avogadro yang nilainya sudah ditetapkan oleh seluruh dunia dan juga bilangan atau konstanta Boyle atau yang lainnya
Konstanta di dalam pemrograman juga mempunyai pengertian yang sama. Gunakan konstanta hanya jika kita memerlukan suatu nilai yang tetap sepanjang program tersebut dijalankan. Seperti misalnya judul sebuah laporan. Kita dapat memasukkan judul laporan di dalam sebuah konstanta, karena judul laporan tersebut tidak akan berubah di dalam program.
Tipe Data
Sebelum kita dapat memasukkan sebuah nilai di dalam variabel, di dalam Pascal kita perlu melakukan pemesanan kepada Pascal, sehingga apabila kita menggunakan variabel tersebut, Pascal akan langsung mengenali dan memperbolehkan kita untuk memakai variabel itu. Pemesanan variabel di dalam bahasa pemrograman didahului dengan perintah var dimana perintah ini adalah perintah yang sudah tersimpan di dalam Pascal. Sebelum kita dapat memesan sebuah variabel, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tipe data di dalam Pascal.
Sebagaimana kita ketahui, data ada bermacam-macam, contoh data yang berupa bilangan, data yang berupa tanggal / waktu, data yang berupa kalimat dan lain sebagainya. Sebagian besar bahasa pemrograman termasuk Pascal memilah-milah data-data tersebut ke dalam beberapa tipe data, dimana tipe data ini harus dideklarasikan bersama dengan variabel. Gampangnya, jika kita memiliki variabel x, kita harus memberi tahu kepada Pascal, variabel x ini nantinya akan kita gunakan untuk menyimpan data apa? Apakah untuk data bilangan-bilangan untuk perhitungan? Atau untuk menyimpan data berupa kalimat? Atau lainnya? Kembali pada perintah var, coba perhatikan cara penulisan perintah var di dalam Pascal sebagai berikut:
Var
x:integer;
Kita dapat membaca perintah tersebut sebagai berikut;
Saya telah memesan variabel x dengan tipe data integer, yang berarti bilangan bulat. Jadi variabel x hanya boleh diisi dengan bilangan bulat saja, tidak diperkenankan diisi dengan nilai lain seperti teks atau kalimat. Perhatikan tanda baca yang digunakan, setelah x kita sisipkan tanda titik dua dan setelah tipe data harus diakhiri dengan tanda titik koma. Sebagian besar perintah dalam bahasa Pascal selalu diakhiri dengan tanda titik koma.
Untuk pemesanan konstanta dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan variabel, hanya saja untuk konstanta, karena nilai yang tetap, kita akan langsung memasukkan nilainya pada saat pemesanan, sebagai berikut:
Const
kata=’Ini Konstanta’;
phi=3.14;
Jadi nilai yang sudah disimpan di dalam konstanta tidak dapat diganggu gugat, selalu tetap di sepanjang program. Pendeklarasian konstanta menggunakan perintah const, antara konstanta dan simbolnya dipisahkan dengan tanda sama dengan.
Pascal sebagai bahasa pemrograman terstruktur
Sejalan dengan perkembangan pemrograman dewasa ini yang hampir semuanya menggunakan metode object, pemrograman terstruktur ternyata masih sangat relevan untuk kita yang ingin belajar algoritma dan pemrograman. Bahasa C dapat disebut sebagai bahasa peralihan dari metode pemrograman terstruktur dengan metode object, diawali dengan munculnya C++ dan diikuti dengan bahasa pemrograman Java dan pemrograman Visual.
Beberapa pakar komputer malah berpendapat, jenis bahasa pemrograman terstruktur masih sangat bermanfaat untuk memecahkan beberapa masalah. Program Windows yang saat ini kita kenal itu adalah dibuat dari bahasa pemrograman C untuk interface / antar muka grafiknya dengan bobot 80%, sedangkan 20% sisanya dibuat dengan bahasa Assembly untuk sistem dan kecepatannya. Jika kita pernah mengenal bahasa Assembly yang sudah mendekati bahasa mesin, kita justru akan dihadapkan dengan bahasa pemrograman yang kacau dengan banyak lompatan antar alamat memory di dalamnya.
Pascal mempunyai struktur program yang cukup bagus untuk dipelajari dan mempunyai aturan-aturan yang cukup kompleks dan rumit untuk kita patuhi agar suatu program yang kita tulis dapat berjalan sesuai keinginan kita. Pada awalnya kita akan merasa kesulitan menulis program Pascal dengan begitu banyaknya aturan-aturan yang mengikat kita. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah membubuhkan tanda titik koma pada setiap baris program yang kita tulis. Suatu pekerjaan yang menjengkelkan di mata seorang awam. Namun, hal itu akan menjadi kebiasaan, jika kita sering membuat program sehingga bukanlah menjadi hal yang mengganggu lagi. Sebagai bahasa pemrograman yang terstruktur, Pascal menuntut programmer untuk mengikuti semua aturan-aturan yang dimilikinya. Jika tidak, program tidak akan dapat dicompile (istilah untuk menjalankan program).
Adapun struktur program Pascal pada dasarnya sebagai berikut:
{Struktur Program Pascal}
Uses …
Var
………..
Const
………..
Begin
…………………………..
…………………………..
…………………………..
End.
Marilah kita lihat satu persatu
Tanda kurung kurawal buka dan tutup, digunakan untuk menyisipkan catatan di sepanjang program. Jadi tulisan yang ada di dalam tanda kurung ini akan diabaikan oleh Pascal, tidak akan dianggap sebagai perintah atau bagian dari program Pascal.
Perintah Uses ini akan memanggil library Pascal, yaitu perintah-perintah yang tersimpan di dalam Pascal. Salah satu library yang sangat sering digunakan adalah library dengan nama CRT, yang menyimpan perintah-perintah untuk layar, seperti perintah yang paling umum yaitu perintah CLRSCR untuk mengosongkan layar.
Perintah Var sebagaimana yang sudah dibahas, adalah perintah untuk memesan variabel dan tipe datanya. Tipe data bisa bermacam-macam: byte, integer, word, real, string, char dan sebagainya.
Perintah Const untuk memesan konstanta dan nilainya. Perintah ini boleh ada dan boleh juga tidak ada di dalam sebuah program tergantung kebutuhan kita.
Perintah Begin, untuk memberitahukan kepada Pascal tanda dimulainya penulisan perintah-perintah atau instruksi program.
Perintah End. (perhatikan diakhiri tanda titik!) untuk mengakhiri program Pascal. Dengan demikian, tidak diperbolehkan ada baris-baris program setelah perintah End.
Mengisi nilai awal Variabel
Setelah kita mengetahui cara memesan variabel, kita perlu mengetahui cara mengisi nilai awal ke dalam variabel yang sudah kita pesan. Salah satu caranya, variabel akan diisi di dalam program dengan tanda titik dua sama dengan yang disambung. Perhatikan contoh program berikut ini:
Uses Crt;
Var
x:integer;
Begin
x:=5;
End.
Setelah memesan variabel x yang bertipe integer, nilai x diisi dengan bilangan 5. Perhatikan tanda yang digunakan. Program ini sudah memenuhi syarat untuk dicompile. Jadi jika anda run dengan CTRL+F9, program ini akan mengisikan nilai 5 ke dalam variabel x. Tetapi pada output layar tidak akan menghasilkan apa-apa. Mengapa? Tentu saja sebab tidak semua operasi dalam komputer akan dimunculkan pada layar. Komputer bekerja dengan sangat sangat cepat! Operasi matematika yang mungkin rumit bagi kita, bagi komputer mungkin bisa diselesaikan hanya dalam waktu beberapa mikro detik. Untuk dapat menampilkan nilai variabel x ke output layar, kita perlu menggunakan perintah WRITE dan WRITELN yang gunanya untuk mencetak suatu nilai ke output layar.
Perintah Output dan Input
Output dapat disamakan dengan Keluaran, atau hasil dari suatu operasi. Di dalam Pascal, perintah untuk mencetak output adalah WRITE dan WRITELN. Kedua perintah ini pada dasarnya sama, perbedaannya hanya terletak pada posisi pencetakannya. Jika WRITE akan mencetak dalam satu baris, sedangkan WRITELN akan mencetak dalam baris yang baru. Perhatikan contoh programnya:
Uses Crt;
Var
x,y:integer;
Begin
Clrscr;
x:=5;
Write(‘Nilai variabel x =’);
Write(x);
y:=15;
Writeln(‘Nilai variabel x =’);
Writeln(x);
End.
Program diatas menggunakan dua buah variabel x dan y yang semuanya bertipe integer. Kita dapat dengan mudah memisahkan kedua variabel ini dengan tanda koma. Kita dpat lihat program tersebut memanggil perintah CLRSCR untuk mengosongkan layar. Kemudian variabel x diisi dengan 5, dan dicetak di layar dengan perintah WRITE. Berikutnya sama juga dengan variabel y, yang diisi dengan 15 dan dicetak di layar dengan perintah WRITELN. Jika anda jalankan program ini, anda pasti dapat memahami perbedaan WRITE dan WRITELN. Yang perlu diperhatikan, perintah WRITE harus selalu diikuti dengan tanda kurung dan petik satu apabila anda akan mencetak kalimat di layar.
Sebagai perimbangan dari perintah untuk output, dikenal juga perintah input atau masukan. Yang dimaksud adalah kita dapat memasukkan nilai ke dalam suatu variabel pada saat suatu program dalam keadaan run atau dijalankan. Misalnya kita membuat program penjumlahan, dimana nilai dari dua variabelnya akan dimasukkan pada saat program dijalankan. Dengan cara ini, kita akan mendapatkan hasil penjumlahan yang berbeda-beda, tergantung dari input yang kita masukkan. Jadi kita tidak perlu kembali ke program untuk mengganti nilai yang akan dimasukkan ke dalam variabel. Perintah input yang digunakan adalah READ dan READLN. Perbedaan kedua perintah ini sama dengan perintah WRITE dan WRITELN.
Contoh Programnya:
Uses Crt;
Var
x,y,z:integer;
Begin
Clrscr;
Write(‘Masukkan Nilai variabel x =’);
Readln(x);
Write(‘Masukkan Nilai variabel y =’);
Readln(y);
z:=x+y;
Write(‘Hasil Penjumlahan = ‘,z);
End.
Program diatas akan menjumlahkan nilai variabel x dan variabel y, sesuai dengan nilai yang kita inputkan dari keyboard pada saat program dijalankan, dan akan disimpan langsung di dalam variabel z. Hasilnya yaitu nilai dari variabel z juga akan dicetak di layar (baris program terakhir). Jika anda sudah memahami program tersebut, cobalah untuk memodifikasinya menjadi pengurangan dan perkalian dengan melibatkan lebih banyak variabel.

sumber : http://www.wahyukurniawan.info/?p=356